Author: lilik_suyanti

  • Masterplan Kelistrikan Sulawesi: Membangun Sistem Energi yang Andal dan Berkelanjutan

    Masterplan Kelistrikan Sulawesi: Membangun Sistem Energi yang Andal dan Berkelanjutan

    Pulau Sulawesi dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Keberadaan industri pengolahan mineral, kawasan industri, serta pembangunan infrastruktur modern mendorong kebutuhan listrik yang semakin tinggi dari tahun ke tahun. Untuk menjawab tantangan tersebut, pada tahun 2018 PLN bersama Universitas Gadjah Mada menyusun Masterplan Kelistrikan Sulawesi, sebuah panduan jangka panjang yang mengarahkan pembangunan sistem kelistrikan hingga tahun 2050.

    Potensi Energi yang Melimpah

    Sulawesi memiliki kekayaan energi yang beragam. Dari sisi energi fosil, cadangan batubara dan gas bumi masih tersedia dalam jumlah besar dan dapat dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan jangka pendek-menengah. Namun, yang menjadi kekuatan utama Sulawesi adalah potensi energi terbarukan: aliran sungai besar untuk tenaga hidro, sumber panas bumi yang tersebar di beberapa titik, potensi tenaga angin di wilayah pesisir, radiasi surya yang stabil, hingga biomassa dari hasil perkebunan dan limbah pertanian. Potensi ini, jika dikembangkan dengan tepat, dapat menjadikan Sulawesi sebagai pionir energi bersih di Indonesia Timur.

    Permintaan Listrik yang Terus Meningkat

    Studi ini memproyeksikan bahwa kebutuhan listrik di Sulawesi akan tumbuh pesat hingga 2050. Pendorong utamanya adalah pertumbuhan industri pengolahan nikel dan mineral lain, yang membutuhkan daya dalam skala besar. Selain itu, tren elektrifikasi transportasi melalui kendaraan listrik, peningkatan populasi, serta pembangunan kawasan ekonomi khusus membuat kebutuhan listrik semakin mendesak. Oleh karena itu, perencanaan energi tidak hanya berbicara soal menambah pembangkit, tetapi juga memastikan distribusi dan transmisi listrik berjalan merata ke seluruh wilayah.

    Strategi Pembangunan Pembangkit

    Dalam perencanaan, beberapa skenario dikaji: skenario pertumbuhan moderat dan skenario pertumbuhan tinggi. Hasilnya menunjukkan perlunya kombinasi antara pembangkit konvensional (seperti PLTU dan PLTG) dengan percepatan pembangunan energi terbarukan. Dalam jangka menengah, gas bumi diposisikan sebagai “jembatan transisi” menuju sistem energi bersih, sementara pembangkit hidro, panas bumi, surya, dan angin mulai diperluas secara agresif setelah 2025. Penempatan pembangkit dirancang mengikuti pusat-pusat beban industri agar suplai listrik lebih efisien.

    Interkoneksi untuk Sulawesi yang Terhubung

    Salah satu gagasan kunci dalam masterplan ini adalah pembangunan jaringan interkoneksi listrik yang kuat. Selama ini, sistem di Sulawesi masih terpecah-pecah: wilayah utara, tengah, dan selatan tidak sepenuhnya terhubung dengan baik. Karena itu, dibutuhkan pembangunan backbone transmisi bertegangan tinggi, mulai dari 275 kV dalam jangka menengah hingga 500 kV untuk jangka panjang. Dengan interkoneksi penuh, listrik dapat mengalir dari daerah yang surplus energi ke daerah yang defisit, sehingga sistem menjadi lebih andal, efisien, dan tahan terhadap gangguan.

    Menjaga Keandalan Sistem

    Masterplan ini juga menyertakan analisis teknis yang mendalam. Simulasi aliran daya, analisis kontingensi, hubung singkat, hingga studi stabilitas dilakukan untuk memastikan sistem tetap aman meski menghadapi pertumbuhan beban yang besar. Hasilnya menunjukkan bahwa interkoneksi antarprovinsi dan penguatan gardu induk adalah kunci untuk menjaga stabilitas listrik Sulawesi.

    Kebutuhan Investasi

    Mewujudkan visi besar ini tentu membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Biaya pembangunan mencakup penambahan kapasitas pembangkit, pembangunan jaringan transmisi bertegangan tinggi, hingga penguatan gardu induk dan infrastruktur pendukung. Namun, manfaatnya sangat besar: sistem kelistrikan yang lebih andal akan memperkuat daya saing industri Sulawesi, mendorong investasi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Kesimpulan dan Arah Kebijakan Laporan ini menegaskan beberapa arah penting:
    1. Pemanfaatan energi terbarukan secara optimal untuk mendukung transisi energi bersih.
    2. Pembangunan interkoneksi Sulawesi sebagai fondasi keandalan dan efisiensi.
    3. Penyediaan listrik yang memadai untuk kawasan industri strategis.
    4. Keselarasan dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

    Dengan strategi ini, Pulau Sulawesi diharapkan memiliki sistem kelistrikan yang andal, modern, berkelanjutan, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

  • FAT dan HIL Test Smart Microgrid Bawean: Inovasi Energi Terbarukan untuk Masa Depan Berkelanjutan

    FAT dan HIL Test Smart Microgrid Bawean: Inovasi Energi Terbarukan untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menjadi tuan rumah pelaksanaan Factory Acceptance Test (FAT) dan Hardware-in-the-Loop (HIL) Test untuk Smart Microgrid Bawean. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 20–21 Agustus 2025, di Ruang B304 Gedung ERIC FT UGM, Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari PLN UID Jawa Timur, PLN Divisi RSD, PLN Divisi ODJ, PLN Icon Plus, PLN Enjiniring, PLN Puslitbang, PT Royal Energy Resources, serta UGM sebagai mitra akademik.

    Hari pertama dibuka dengan sambutan dari Direktur Engineering Research and Innovation Center (ERIC) FT UGM, Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU., diikuti sambutan dari Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU., Vice President PLN Icon Plus, Ibu Puspa Indah Pasaribu, perwakilan PLN UID Jawa Timur, serta PLN Pusat. Selanjutnya, PLN Icon Plus melalui Bapak Yarid Pabisa memaparkan Overview Pilot Project Smart Microgrid Bawean sebelum sesi inti FAT dan HIL Test oleh Tim Royal dan UGM.

    setup simulasi yang menghubungkan Typhoon HIL sebagai simulator sistem tenaga real-time dengan SEL-RTAC (Real-Time Automation Controller) sebagai pengendali utama, serta komputer host sebagai pusat pemantauan

    Uji coba ini menggunakan konfigurasi simulasi real-time yang menghubungkan Typhoon HIL sebagai simulator sistem tenaga dengan SEL-RTAC (Real-Time Automation Controller) sebagai pengendali utama, serta komputer host sebagai pusat pemantauan. Sistem ini berjalan dengan protokol standar industri, seperti GOOSE IEC 61850, DNP3, dan Modbus. Dengan pendekatan ini, Smart Microgrid dapat diuji seolah-olah beroperasi di lapangan, tetapi tetap aman, fleksibel, dan efisien.

    Hari kedua difokuskan pada kelanjutan FAT dan HIL Test serta diakhiri dengan penutupan oleh perwakilan PLN Icon Plus, PLN UID Jawa Timur, PT Royal Energy Resources, dan UGM. Melalui pengujian ini, seluruh pihak memastikan kesiapan teknis Smart Microgrid Bawean sebelum diimplementasikan di lapangan.

    Proyek Smart Microgrid Bawean tidak hanya berfokus pada peningkatan keandalan listrik di wilayah kepulauan, tetapi juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

    • SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau): menyediakan akses listrik yang andal dan berbasis energi terbarukan bagi masyarakat kepulauan.

    • SDG 9 (Infrastruktur, Industri, dan Inovasi): mendorong terciptanya infrastruktur kelistrikan cerdas melalui inovasi teknologi berbasis riset.

    • SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan berkontribusi terhadap transisi energi hijau.

    Melalui kolaborasi antara industri dan akademisi, Smart Microgrid Bawean diharapkan menjadi model sistem kelistrikan masa depan yang berkelanjutan, efisien, dan ramah lingkungan, serta memperkuat ketahanan energi di wilayah kepulauan Indonesia. (Fatimah/EFJ)

  • KBK Sistem Energi Listrik Cerdas Berkelanjutan DTETI FT UGM Perkuat Kolaborasi dengan UP2B Jawa Timur

    KBK Sistem Energi Listrik Cerdas Berkelanjutan DTETI FT UGM Perkuat Kolaborasi dengan UP2B Jawa Timur

    Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Sistem Energi Listrik Cerdas Berkelanjutan, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kunjungan ke Unit Pengatur Beban (UP2B) Jawa Timur pada Jumat, 15 Agustus 2025.

    Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri ketenagalistrikan, sekaligus menjadi wadah diskusi mengenai peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, serta peluang kerja sama strategis di bidang energi.

    Dalam sambutannya, Bapak Lesnanto Multa Putranto menegaskan pentingnya masukan dari industri, khususnya PLN, dalam proses penyusunan kurikulum agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Beliau juga menyoroti peluang pengembangan program pendidikan jarak jauh bagi pegawai PLN serta berbagi hasil kajian KBK yang dapat mendukung kolaborasi ke depan.

    Sementara itu, Ibu Avrin Nur Widiastuti, selaku team leader kunjungan memaparkan profil Departemen, Program Studi, serta fokus kajian dan kontribusi KBK dalam bidang ketenagalistrikan.

    Dari pihak tuan rumah, Bapak Murdani selaku perwakilan UP2B Jawa Timur, menjelaskan profil unit beserta peran strategisnya dalam menjaga keandalan pasokan listrik di Jawa Timur. Ia juga menyoroti kebutuhan teknis kelistrikan yang terus berkembang seiring meningkatnya permintaan energi dan integrasi energi baru terbarukan.

     

    Pada kesempatan ini, tim KBK juga mendapatkan pengalaman langsung dengan mengunjungi control system room di UP2B Jawa Timur, untuk memahami lebih dekat peran operasional unit menjaga ketersediaan sistem ketenagalistrikan.

    Melalui kegiatan ini, KBK Sistem Energi Listrik Cerdas Berkelanjutan DTETI FT UGM berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang energi, sekaligus memperkuat sinergi riset, pendidikan, dan kerja sama dengan PLN demi mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

  • KBK Sistem Energi Listrik Cerdas Berkelanjutan DTETI FT UGM Jalin Kolaborasi Riset Energi Terbarukan dengan ITS

    KBK Sistem Energi Listrik Cerdas Berkelanjutan DTETI FT UGM Jalin Kolaborasi Riset Energi Terbarukan dengan ITS

    Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Sistem Energi Listrik Cerdas Berkelanjutan, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melakukan kunjungan akademik ke Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia (REIDI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 14 Agustus 2025

    Kunjungan yang diikuti sepuluh dosen dan peneliti KBK ini bertujuan memperluas jejaring kolaborasi penelitian serta memperkaya pengalaman akademik dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

    “KBK ini terus mendorong penguatan riset dan kerja sama dalam bidang energi listrik berkelanjutan. Kunjungan ke REIDI ITS memberi wawasan langsung tentang implementasi sistem energi terbarukan yang terintegrasi dengan baik,” ujar Prof. Dr. Ir. Sasongko Pramono Hadi, DEA., Guru Besar DTETI sekaligus Koordinator pelaksana KBK Energi.

    Sementara itu, Dr. Ir. Avrin Nur Widiastuti, S.T., M.Eng., IPM., selaku team leader kunjungan, memaparkan profil KBK.

    Dalam diskusi, Koordinator Program REIDI ITS, Dedet Candra Riawan, S.T., M.Eng., Ph.D., memaparkan capaian REIDI, termasuk penyediaan pasokan listrik mandiri untuk kampus ITS yang mampu menghemat biaya listrik hingga Rp52,37 juta per bulan. REIDI juga mengembangkan sistem Agrivoltaics, inovasi yang menggabungkan energi surya dengan pertanian.

    Mewakili KBK, Ir. Lesnanto Multa Putranto, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., SMIEEE., mengapresiasi pencapaian REIDI ITS. Menurutnya, fasilitas ini berpotensi menjadi model kolaborasi riset bersama serta wahana pembelajaran energi terbarukan bagi sivitas akademika UGM.

    Selain diskusi, rombongan KBK juga berkesempatan meninjau langsung fasilitas REIDI, termasuk sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang mengintegrasikan pengelolaan energi. Kunjungan ini didampingi oleh Koordinator PV REIDI, Dr. Suwito, S.T., M.T.

    Melalui kunjungan ini, KBK Sistem Energi Listrik Cerdas Berkelanjutan FT UGM mempertegas komitmennya dalam memperkuat sinergi dengan ITS. Kolaborasi penelitian, pertukaran pengetahuan, dan pemanfaatan fasilitas bersama diharapkan dapat menghasilkan inovasi energi berkelanjutan yang bermanfaat luas bagi masyarakat Indonesia.

  • Workshop Power System Bahas Kesiapan Indonesia Hadapi Transisi Energi

    Workshop Power System Bahas Kesiapan Indonesia Hadapi Transisi Energi

    Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, UGM bersama Magatrika UGM bekerja sama dengan PT Wärtsilä Indonesia mengadakan workshop mengenai power system pada Jum’at (9/5). Workshop ini bertajuk “Ensuring Grid Reliability in Modern Power Systems” yang diselenggarakan di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) UGM.

    Acara ini menghadirkan dua pembicara dari PT Wärtsilä Indonesia—Wiwin Suhendri (Senior Business Development Manager) dan Febron Siregar (Sales Director)—serta sambutan pembuka oleh Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU., Guru Besar UGM dalam bidang operasi dan perencanaan sistem tenaga. Kegiatan ini dihadiri oleh para sivitas akademika DTETI yang terdiri dari berbagai jenjang dari Sarjana, Magister, dan Doktor, menjadi ruang diskusi penting bagi para pelaku dan pemikir sistem tenaga nasional dalam menghadapi tantangan transisi energi.

    Dalam sambutannya, Prof. Sarjiya menekankan pentingnya pemahaman praktis dalam pendidikan sistem tenaga. “Selama ini, di kelas kita banyak bicara aspek teoretis. Workshop seperti ini penting untuk membuka wawasan tentang realitas industri dan teknologi terkini,” ujarnya.

    Wiwin Suhendri dari Wärtsilä menjelaskan bahwa perusahaannya telah berkontribusi hampir 5 GW kapasitas pembangkit listrik di Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Namun, ia menyoroti bahwa belum ada regulasi di Indonesia yang memungkinkan bisnis grid assurance services, atau penyedia layanan khusus untuk menjaga kestabilan jaringan listrik. “Di negara lain, pembangkit bisa dibayar untuk siap siaga menjaga kestabilan. Dipakai atau tidak, mereka tetap dibayar. Di Indonesia, semuanya masih ditanggung PLN. Kita butuh undang-undang yang mengatur ini,” kata Wiwin.

    Menurutnya, kebutuhan ini semakin mendesak karena meningkatnya penggunaan energi terbarukan seperti surya dan angin yang bersifat fluktuatif. “Demand (beban) boleh fluktuatif, tapi suplai tidak boleh,” tegasnya.

    Febron Siregar mengakui bahwa Indonesia masih tertinggal dalam aspek inersia sistem tenaga, yang penting untuk menjaga kestabilan frekuensi listrik. Namun, ia menyoroti sisi positif dari peningkatan kecepatan respons terhadap fluktuasi beban. “Sekarang, dalam dua siklus saja beban sudah kembali stabil. Di tempat lain butuh 3–4 siklus. Ini menunjukkan sistem kita semakin adaptif terhadap perubahan,” jelasnya.

    Sesi terakhir workshop juga membahas tren transisi energi di Asia Tenggara, termasuk perlombaan menuju emisi karbon nol (zero carbon emission). Semua negara di kawasan, termasuk Indonesia, sedang menambah porsi energi non-fosil seperti panel surya dan turbin angin. Namun, transisi ini tidak cukup hanya dengan menambah kapasitas energi terbarukan. Harus ada ekosistem pendukung, termasuk regulasi, sistem kontrol frekuensi, dan pembangkit siaga untuk memastikan keandalan sistem tetap terjaga.

    Workshop ini menjadi pengingat penting bahwa sains dan teknologi harus diterapkan, bukan hanya dipelajari. Seperti yang dikatakan pembawa acara pada pembuka workshop, “Science without engineering is just philosophy. It’s always about making science happen.” (RAS)

    https://jteti.ugm.ac.id/

  • Seminar “Typhoon HIL Microgrid Testbed”: Mengupas Teknologi Simulasi Real-Time untuk Smart Grid Berkelanjutan

    Seminar “Typhoon HIL Microgrid Testbed”: Mengupas Teknologi Simulasi Real-Time untuk Smart Grid Berkelanjutan

    Fakultas Teknik UGM melalui Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), bekerja sama dengan PT Cyber Teknologi Nusantara dan Genetron Singapore Pte Ltd, menyelenggarakan seminar bertajuk “Typhoon HIL Microgrid Testbed” yang berlangsung secara hybrid, menggabungkan kehadiran langsung di Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Gedung Pancabratha Prof. Herman Johannes Fakultas Teknik UGM dan partisipasi daring melalui platform Zoom. Seminar ini merupakan bagian dari kolaborasi dalam program Indonesia-NTU Singapore Institute of Research for Sustainability and Innovation (INSPIRASI) yang mengusung topik UGM Smart and Sustainable Campus. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi terbaru dalam pengujian dan pengembangan sistem tenaga listrik berbasis microgrid, khususnya dengan menggunakan platform Typhoon HIL.

    Kegiatan ini menarik minat peserta dari berbagai institusi pendidikan tinggi, lembaga riset, hingga perusahaan energi nasional dan internasional. Dari sektor akademik, seminar ini diikuti oleh perwakilan dari: UGM, ITB, ITS, UAD, UNDIP, UNS, UNIMED, UNY, Universitas Negeri Gorontalo, UMS, University of Papua, ITNY, Institut Teknologi Kalimantan, PENS, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Madura, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Lhokseumawe, serta STT Ronggolawe Cepu. Sementara itu, dari sektor riset dan industri, hadir perwakilan dari: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT PLN (Persero), PT PLN Nusa Daya, PLN ICON Plus, PLN Puslitbang, PLN Enjiniring, PT Siemens Energy Indonesia, PT. Tripatra Engineers and Constructors, PT AMYTHAS, serta PT. Hartono Istana Teknologi. Keikutsertaan para peserta dari beragam latar belakang ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap teknologi Typhoon HIL Microgrid Testbed, serta pentingnya kolaborasi untuk mendorong transisi energi yang lebih cerdas dan berkelanjutan di Indonesia.

    Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sesi pembukaan oleh Ir. Roni Irnawan, S.T., M.Sc., Ph.D., SMIEEE. selaku Co-Pi Penelitian INSPIRASI Smart and Sustainable Campus dan dilanjutkan dengan sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleholeh Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. selaku Principal Investigator Penelitian INSPIRASI Smart and Sustainable Campus. Dalam sambutannya, Prof. Sarjiya menyampaikan bahwa pengadaan Typhoon HIL Microgrid Testbed dipilih karena fitur-fitur yang dimilikinya dinilai sangat mendukung kebutuhan riset bersama dalam pengembangan dan desain sistem microgrid yang lebih luas dan aplikatif. Prof. Sarjiya berharap, simulator ini dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya oleh tim riset di UGM, tetapi juga oleh universitas lain maupun industri terutama dalam mendukung pengujian dan pengembangan desain sistem microgrid di Indonesia. Selanjutnya sambutan juga disampaikan oleh Ketua Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.E., Ph.D., IPM., SMIEEE; Direktur Engineering Research and Innovation Center (ERIC) FT UGM, Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU.; dan  Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama FT UGM, Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ACPE.

    Memasuki sesi pertama seminar diisi oleh Marcus Lim dari Singapore Pte Ltd yang membawakan materi Introduction to Typhoon HIL Microgrid Testbed. Materi ini memperkenalkan prinsip dasar penggunaan sistem Hardware-in-the-Loop (HIL) dalam konteks energi terdistribusi, terutama bagaimana sistem ini digunakan untuk pengujian dan pengembangan teknologi secara aman dan efisien. Sesi berikutnya menghadirkan Juliano Grigulo, Applications Engineer and Technology Specialist in EVSE di Typhoon HIL, yang membawakan topik Smart Grid Control Application on Typhoon HIL Microgrid Testbed. Dalam sesi ini, Juliano membahas strategi kontrol cerdas dalam pengelolaan energi serta demonstrasi implementasinya menggunakan Typhoon HIL Microgrid Testbed.

    Setelah sesi istirahat, Juliano kembali membawakan sesi lanjutan bertajuk Testing and Commissioning of Protection Relays using Typhoon HIL Microgrid Testbed, yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam melakukan pengujian dan validasi sistem proteksi secara real-time menggunakan teknologi simulasi HIL.

    Melalui rangkaian seminar ini, peserta memperoleh pemahaman komprehensif dan pengalaman praktis mengenai bagaimana simulasi real-time dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan sistem tenaga listrik. Seminar ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong adopsi teknologi digital dalam pengembangan sistem energi masa depan di lingkungan kampus dan industri. (Fatimah/EFJ)

    from : https://jteti.ugm.ac.id/
  • KBK Energi DTETI FT UGM Perkuat Kapasitas Riset melalui Workshop Typhoon HIL Microgrid Testbed

    KBK Energi DTETI FT UGM Perkuat Kapasitas Riset melalui Workshop Typhoon HIL Microgrid Testbed

    Tim peneliti Indonesia-NTU Singapore Institute of Research for Sustainability and Innovation (INSPIRASI) yang mengusung topik UGM Smart and Sustainable Campus sukses menyelenggarakan Workshop Typhoon HIL Microgrid Testbed, bertempat di Ruang B401, Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Fakultas Teknik UGM pada Kamis, 10 April 2025 lalu.

    Workshop ini merupakan tindak lanjut dari pengadaan Typhoon HIL Microgrid Testbed, alat simulasi canggih yang dipilih karena kemampuannya mendukung pengujian, pengembangan, serta desain sistem microgrid secara real-time dan aplikatif. Keberadaan simulator ini diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk riset internal UGM, namun juga terbuka untuk kolaborasi dengan universitas lain serta industri energi nasional seperti PT PLN (Persero).

    Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara DTETI FT UGM dengan PT Cyber Teknologi Nusantara dan Genetron Singapore Pte Ltd, serta menghadirkan langsung Juliano Grigulo, Applications Engineer and Technology Specialist in EVSE dari Typhoon HIL. Dalam workshop ini, Juliano memberikan pelatihan teknis komprehensif terkait cara kerja, penerapan, hingga potensi pemanfaatan Typhoon HIL Microgrid Testbed untuk mendukung sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan.

    Peserta workshop terdiri atas tim peneliti dari WP2 dan WP3 INSPIRASI Eco Campus serta dosen dan peneliti dari Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Energi Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mendalam dan keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan Typhoon HIL dalam riset mereka, khususnya dalam mengembangkan sistem smart microgrid yang efisien, andal, dan ramah lingkungan.

    (https://jteti.ugm.ac.id/)